Analisis Semantik pada Cerpen Kado Pernikahan Karya Helvy Tiana Rosa Pendekatan Religiusisme.
Disusun Oleh:
Kelompok 10
Ridwan Wahed Affani (I1B116026)
Mega Sri Delia (I1B116029)
Imanda Leagyaria Sukowati (I1B116030)
Dosen Pengampu:
Dr. Drs. Maizar Karim. M. Hum.
Sovia Wulandari. S,Hum,. M.pd.
PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS JAMBI
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sastra Indonesia Kontemporer di dalam kamus bahasa Inggris diistilahkan sebagai Contemporery Indonesia Literature. Istilah sastra kontemporer di dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai Contemporery Literature. Sastra Indonesia Kontemporer itu diartikan sebagai sastra yang hidup di Indonesia pada masa mutakhir atau sastra yang hidup di Indonesia pada masa kini,, atau sastra yang hidup di Indonesia pada masa mutakhir atau sastra yang hidup di Indonesia pada zaman yang sama. Pengertian sastra Indonesia Kontemporer itu bemakna sangat relatif. Kerelatifan makna sastra kontemporer itu disebabkan oleh sejarah sastra Indonesia yang belum panjang.
Pengertian sastra yang benar-benar mutakhir dalam arti hari ini hidup dan esok akan mati, ada pula sastra yang sekarang hidup dan tak sanggup terus bernafas entah sampai kapan. Pengertian mutakhir tidak mungkin semata dibatasi oleh waktu khusus untuk sastra yang benar-benar hebat. Meskipun demukian, sedikit banyak sastra mutakhir merupakan ancang-ancang bagi sastra masa depan. Pada kesempatan ini penulis memilih cerita pendek kontemporer sebagai objek yang akan penulis analisis.
Cerita pendek Indonesia kontemporer adalah cerita pendek yang berisikan kehidupan manusia Indonesia yang terasing dari dunianya karena gencetan suasana metropois, yang pemberontak, yang berada di tengah-tengah pergulatan nilai-nilai saing bertentangan yang membuktikan bahwa manusia mempunyai potensi-potensi unik. Cerpen kontemporer yang akan dianalisis adalah cerpen Kado Pernikahan Karya Helvi Tiana Rosa menggunakan analisis semantik pendekatan Religiusisme. Semantik adalah subdisplin linguistik yang membicarakan makna (Pateda, 2010:7). Objek kajiannya adalah makna. Makna yang menjadi objek semantik dapat dikaji dari banyak segi terutama teori atau aliran yang berada dalam linguistik (Pateda, 2010:65).
Dalam khazanah kesusastraan Indonesia, kehadiran sastra beraliran religius telah memberikan corak tersendiri. Bahkan, Ajip Rosidi mengatakan bahwa sastra modern Indonesia saat ini merupakan buah dari penyebaran karya sastra religius (Islam) di era kesusastraan lama. Penyebaran agama Islam dengan karya sastranya telah mendorong meluasnya peradaban tulis menulis dalam mayarakat Indonesia. Hal ini dapat dibandingkan dengan kondisi sastra sebelum Islam datang yang hanya dikuasai dan dipahami oleh kalangan istana semata.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas terdapat rumusan masalah, yaitu:
1) Apa itu cerpen kontemporer?
2) Bagaimana analisis semantik cerpen “Kado Pernikahan” karya Helvy Tiana Rosa dengan pendekatan religiusisme?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah adalah mengetahui pengertian cerpen kontemporer dan untuk mengetahui bentuk analisis semantik cerpen “Kado Pernikahan” karya Helvy Tiana Rosa dengan pendekatan religiusisme?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Cerita Pendek Indonesia Kontemporer
Cerita pendek adalah salah satu cerita rekaan atau fiksi yang sudah tua usianya. Dalam buku Tifa Penyair dan Daerahnya, HB Yassin mengemukakan bahwa cerita pendek ialah cerita yang pendek Jassin lebih jauh mengungkapkan bahwa tentang cerita pendek ini orang boleh bertengkar, tetapi cerita yang seratus halaman panjangnya sepuluh atau duapuluh halaman asih bisa disebut sebagai cerita pendek, tetapi ada juga cerita pendek yang panjangnya hanya satu halaman. Pengertian yang sama dikemukakan oleh sumardjo dan saini di dalam buku Apresiasi kesusastraan, bahwa cerita pendek adalah cerita pendek, tetapi hanya melihat ari fisiknya yang pendek orang belum dapat menetapkan sebuah cerita yang pendek adalah sebuh cerpen.
Semenjak Muhammad Kassim dan Suman HS hingga cerpenis 1960-an dalam penciptaan dan penulisan tetap menerapkan konsep cerita pendek konvensional. Cerita pendek konvensional adalah cerita yang struktur ceritanya sesuai dengan konvensi yang ada. Tetap dengan perkembangan jenis atau genre sastra yang lain, para cerpenis juga melakukan inovasi. Cerita –cerita pendek kontemporer muncul tidak selalu mengikuti pola cerita- cerita pendek yang ada, tetapi mereka berusaha menemukan pengucapan diri dengan inovasi yang matang. Dalam sastra indonesia modern, cerita pendek kontemporer itu dimulai berkembang pada 1970-an. Pada masa ini, pertumbuhan kreatifitas yang luar biasa terjadi dalam penulisan crita pendek. Cerita pendek mempunyai tedensi yang baru baik dari segi pengucapan maupun tama-tamanya.
Konsep sastra Indonesia kontemporer, khususnya konsep cerita pendek kontemporer dapat dikatakan sebagai protes terhadap kepincangan-kepincangan masyarakat pada awal industrialisasi. Disamping itu, protes terhadap pengaruh negatif yang disebabkan oleh perkembangan ilmu dan pengetahuan dan teknologi. Akibat langsung pengaruh negatif itu dalah terjadinya krisis sosial, krisis politik. Krisis ekonomi dan krisisi nilai. Krisis itu menimbulkan anarkisme, skeptisme, individualisme, ketidak tentuan nilai dan sistem. Hal yang melatar belakangi munculnya cerita pendek kontemporer itu dalah pergeseran nilai kehidupan secara menyeluruh. Hal itu ditandai oleh semangat modern. Sedangkan semangat kontemporer lebih dijiwai oleh persoalan kehidupan manusia.
Berdasarkan pengertian cerita pendek Indonesia kontemporer dapat diuraikan sebagai berikut : Pertama, cerita pendek Indonesia kontemporer berciri anti logika. Cerita pendek anti logika diartikan sebagai menyalahi dasar logika manusia pada umumnya. Kedua, cerita pendek Indonesia kontmporer berciri mengabaikan plot atau alur cerita. Pola urutan cerita pendek konvenional seperti pembukaan, klimaks, antiklimaks tidak diikiti lagi. Plot atau alur cerita, cerita pendek indonesia kontemporer bersifat zigzag atau semeraut.
Ketiga, cerita pendek Indonesia kontemporer berciri absurd atau serba aneh. Cerita pendek dikatakan absurd karena berbagai karakteristiknya seperti alaur dan peristiwanya serba tidak jelas, tidak menentu, tidak logis menurut urutan logika seharihari. Keempat, cerita pendek Indonesia kontemporer berciri anti tokoh, atau tokohnya jelas atau tidak jelas bukan persoalan. Tokoh-tokoh cerita adalah tokoh-tokoh cerita imajiner, manusia yang tangguh, tahan terhadap benturan waktu, keadaan dan situasi. Kelima, cerita pendek Indonesia kontemporer berciri terasing dan serba kompleks. Ciri-ciri ini dapat dibaca dalam cerita pendek yang berisi realitas kehidupan sosial dan ekonomi yang serba kompleks.
2.2 Semantik
Semantik berasal dari bahasa Yunani semantikos, artinya studi tentang makna. Lehrer dalam Pateda (2010:6) mengatakan bahwa semantik adalah studi tentang makna. Semantik berfokus pada hubungan antara penanda seperti kata, frase, tanda dan simbol. Dalam pengertian umum semantik adalah disiplin ilmu yang menelaah makna satuan lingual, baik makna leksikal maupun makna gramatikal. Makna leksikal adalah makna unit semantik yang terkecil yang disebut leksem, sedangkan makna gramatikal adalah makna yang terbentuk dari penggabungan satuan-satuan kebahasaan.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa semantik adalah ilmu yang mengkaji tentang makna yang terkandung di dalam kata atau kelompok kata. Semantik adalah subdisplin linguistik yang membicarakan makna (Pateda, 2010:7). Objek kajiannya adalah makna. Makna yang menjadi objek semantik dapat dikaji dari banyak segi terutama teori atau aliran yang berada dalam linguistik (Pateda, 2010:65).
2.3 ALIRAN RELIGIUSISME
Aliran religiusme adalah suatu aliran yang mementingkan nilai-nilai keagamaan atau renungan tentang Tuhan dan manusia di hadapan-Nya. Sastra religius dimiliki oleh setiap agama, juga oleh sastrawan yang punya penghayatan personal terhadap Tuhan. YB. Mangun Wijaya pernah mengemukakan bahwa segala sastra adalah religius (Mangunwijawa, 1988: 12). Religius diambil dari bahasa Latin relego, yang berarti manusia yang berhati nurani serius, saleh, teliti dan penuh dengan pertimbangan spiritual.
Dapat juga diartikan sebagai perasaan rindu, perasaan ingin selalu bersama dengan sesuatu yang abstrak, tetapi keberadaannya sangat riil (Noor, 2011: 83). Religius lebih melihat aspek yang berada di dalam lubuk hati, riak getaran hati nurani pribadi, sikap personal yang sedikit banyak merupakan misteri bagi orang lain. Dengan demikian sikap religius ini lebih merujuk pada pribadi seseorang dengan Khaliqnya, bertata laku sesuai dengan karsa Tuhan. Dituangkan dalam karya sastra menjadi sastra religius ataupun sering disebut dengan sufisme dalam sastra karena sastra yang demikian merupakan usaha pencarian Tuhan.
Pada khazanah kesusastraan Indonesia, kehadiran sastra beraliran religius telah memberikan corak tersendiri. Bahkan, Ajip Rosidi mengatakan bahwa sastra modern Indonesia saat ini merupakan buah dari penyebaran karya sastra religius (Islam) di era kesusastraan lama. Penyebaran agama Islam dengan karya sastranya telah mendorong meluasnya peradaban tulis menulis dalam mayarakat Indonesia. Hal ini dapat dibandingkan dengan kondisi sastra sebelum Islam datang yang hanya dikuasai dan dipahami oleh kalangan istana semata.
Karya sastra yang beraliran religius terus tumbuh subur dalam khazanah kesusastraan Indonesia. Sastra menjadi salah satu sarana untuk mengungkap perasaan religiusitas yang dialami oleh para sastrawan. Pada tahun 1960 hingga 1970 karya-karya sastra religius semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia, oleh karenanya penulisan sastra religius sudah mulai tidak didominasi oleh sastrawan muslim saja. Sastrawan non-muslim seperti W.S Rendra (sebelum masuk Islam), Iwan Simatupang dan JE Tatengkeng pun juga mulai menulis karya-karya sastra yang bernapaskan religiusitas. Namun, seperti yang telah dikemukakan oleh Teeuw, sastra non-Islam (Kristen) tidak banyak berkembang dalam sastra Indonesia Modern. Hal ini disebabkan kebudayaan Indonesia umumnya tidak banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Kristen, seperti yang terjadi di Eropa. Oleh karena itulah, perkembangan sastra yang beraliran religius di Indonesia lebih banyak didominasi oleh karya-karya sastra yang bernapaskan religius Islam.
2.4 SINOPSIS CERPEN “KADO PERNIKAHAN”
Sejak awal ketika dilamar Nisa jujur pada Mas Pram, ia mengungkapkan segala kekuranganmya. Hal ini sangat jarang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Karena mereka menganggap, tidak baik membuka aib sendiri dan mereka juga khawatir kalau mereka mengungkapkan kekurangannya seperti yang dilakukan Nisa, yang berniat melamarnya membatalkan niatnya. Padahal yang mereka lakukan itu yang salah dan seharusnya bertindak seperti Nisa sehingga dalam menjalani kehidupan yang baru tidak ada salah paham sehingga kemungkinan bercerai sangat kecil. Dan yakinlah bahwa jodoh itu adalah cerminan kita sendiri.
Demi menjadi seorang istri yang baik, Nisa harus meninggalkan kebiasaan buruknya ketika ia masih bersama orang tuanya,dia berusaha menjalankan itu semua dan meninggalkan pola hidup manja ketika tinggal dengan orang tua serta dia berusaha lebih baik. Dia harus melakukan semua kewajiban istri s. Dia juga tidak malu belajar akan kekurangannya itu, sehingga pada hari setahun pernikahan mereka, ia sudah mengalami perubahan yang drastis.
Sosok Mas Pram mempunyai sifat yang patut di contoh, karena dia melamar atau memperistri seseorang tidak dilihat dari sisi materi atau ketrampilan tertentu karena menurutnya hal-hal seperti itu bisa dipelajari. Dia lebih mementingkan hal-hal yang benar-benar mendasar sebagaimana tujuan kita di dunia ini hanyalah tempat persinggahan menuju alam abadi-akhirat. Setelah menikah, ia konsekwen dengan janjinya untuk menerima Nisa dengan kekurangannya. Walaupun masakan istrinya bisa dikatakan tidak enak, tetepi ia tetap menghargai usaha istrinya , hal itu ditunjukkan dengan tindakannya yang selalu makan di rumah.
Tepat setahun pernikahan mereka,mereka saling memberi hadiah tanpa kesepakatan terlebih dahulu. Hal ini yang jarang terjadi, karena hari setahun tepat pernikahan mereka, mereka anggap momen yang tepat untuk intropeksi sekaligus motivasi. Sang istri memberikan kado dari hasil kerja kerasnya sehingga dia dapat memberikan kado sepotong baju yang dibutnya sendiri, sedangkan Mas Pram memberi kertas yang didalam nya berisikan penghargaan atas kerja keras Nisa.
2.5 ANALISIS CERPEN “KADO PERNIKAHAN”
Dalam cerpen “kado pernikahan,” yang menyebabkan kekontemporeran cerpen tersebut yaitu antitokoh. Cerpenis menggambarkan watak tokoh yang sangat luar biasa, yang seharusnya dilakukan oleh setiap individu muslim. Cerpen ini membahas bagaimana yang dilakukan muslim dan muslimah setelah pernikahan atau suami istri. Oleh karena itu dalam mengalinisis makna cerpen ini penulis menggunakan pendekatan relegiusisme. Berikut adalah bentuk analisinya:
“Dulu waktu pertama kali Mas Pram melamarku sudah ku katakana padanya bahwa aku, katakanlah sama sekali hampir sama sekali tak menguasai keterampilan kewanitaan. Sungguh aku nggak bisa masak, nggak bisa jahit, merawat tanaman, atau prakarya apapun namanya” (Cerpen hlm 1).
Nisa jujur ketika dilamar Mas Pram, ia mengungkapkan segala kekuranganmya. Hal ini sangat jarang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Karena mereka menganggap, tidak baik membuka aib sendiri dan mereka juga khawatir kalau mereka mengungkapkan kekurangannya seperti yang dilakukan Nisa, yang berniat melamarnya membatalkan niatnya.
Padahal yang mereka lakukan itu yang salah dan seharusnya bertindak seperti Nisa sehingga dalam menjalani kehidupan yang baru tidak ada salah paham sehingga kemungkinan bercerai sangat kecil. Dan yakinlah apabila kita bertindak seperti Nisa, Insya Allah keluarga kita akan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah karena ini lah yang sesuai aturan Allah yang menciptakan kita dan otomatis yang menciptakan kita lebih tau apa yang terbaik untuk yang diciptakannya, walaupun banyak hamba-Nya yang tidak memahami dan banyak juga yang mengingkari-Nya dengan mengikuti aturan yang dibuat manusia dan akhirnya mengalami kekacauan dalam menjalankan hidup.
“Dua minggu setelah menikah, praktis aku mengurus semua pekerjaan rumah tangga dan mengurangi jam terbangku selama ini. Kalau ada waktu luang, aku buka resep makanan,mencari menu yang sehat, lezat,dan murah, lantas mengolahnya”. (Cerpen hlm 2).
“Bagaimana, Bu Digdo, Bu Atin? Bagaimana, nih, Bu Roro. Setuju ndak dengan usul saya tadi?” aku tersenyum. Jadi ibu-ibu saya ajari baca Al-Qur’an. Gratis ya, Bu. Allah saja yang membalas saya, tetapi sehabis kita belajar Iqra’, bagaimana kalau Ibu-ibu gentian nolong saya? Mau nggak, Bu?”(Cerpen hlm 5)
Nisa harus meninggalkan kebiasaan buruknya ketika ia masih bersama orang tuanya,dia berusaha menjalankan itu semua dan meninggalkan pola hidup manja ketika tinggal dengan orang tua serta dia berusaha lebih baik. Dia harus melakukan semua kewajiban istri s. Dia juga tidak malu belajar akan kekurangannya itu, sehingga pada hari setahun pernikahan mereka, ia sudah mengalami perubahan yang drastis.
“Dia Cuma tertawa dan mengatakan bahwa manusia itu berproses dan bisa bila belajar. “Pokonya yang paling penting kita bisa jihad bareng!” katanya waktu itu. (Cerpen hlm 1).
“Mau makan masakan Nisa,” katanya. Memang sejak awal pernikahan Mas Pram selalu istiqamah untuk makan di rumah dan tampak menghargai usahaku. (Cerpen hlm 7)
Sosok Mas Pram mempunyai sifat yang patut di contoh, karena dia melamar atau memperistri seseorang tidak dilihat dari sisi materi atau ketrampilan tertentu karena menurutnya hal-hal seperti itu bisa dipelajari. Dia lebih mementingkan hal-hal yang benar-benar mendasar sebagaimana tujuan kita di dunia ini hanyalah tempat persinggahan menuju alam abadi-akhirat. Setelah menikah, ia konsekwen dengan janjinya untuk menerima Nisa dengan kekurangannya. Walaupun masakan istrinya bisa dikatakan tidak enak, tetepi ia tetap menghargai usaha istrinya, hal itu ditunjukkan dengan tindakannya yang selalu makan di rumah.
“Mas Pram nyengir. “Baju buatan Nisa?” katanya sekali lagi. Langsung dengan riang dicobanya baju itu. “Besok Mas Pram pakai”. (Cerpen hlm 8).
“Ia membeli kertas dengan penghargaan dan menulisnya dengan tinta warna emas untukku”. (Cerpen hlm 8).
Tepat setahun pernikahan mereka, mereka saling memberi hadiah tanpa kesepakatan terlebih dahulu. Hal ini yang jarang terjadi, karena hari setahun tepat pernikahan mereka, mereka anggap momen yang tepat untuk intropeksi sekaligus motivasi. Sang istri memberikan kado dari hasil kerja kerasnya sehingga dia dapat memberikan kado sepotong baju yang dibuatnya sendiri, sedangkan Mas Pram memberi kertas yang didlam nya berisikan penghargaan atas kerja keras Nisa.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Cerpen kontemporer merupakan cerpen yang memiliki kekhasan gaya ucap sendiri tanpa memperhatikan pola-pola atau kaidah-kaidah penulisan cerpen secara umum. Cerpen “kado pernikahan” karya Helvy Tiana Rosa termasuk kedalam cerpen kontemporer. Cerpen “kado pernikahan” dianggap sebagai cerpen kontemporer karena adanya unsur antitokoh dalam cerpen tersebut. Cerpenis menggambarkan watak tokoh yang sangat luar biasa, yang seharusnya dilakukan oleh setiap individu muslim. Cerpen ini membahas bagaimana yang dilakukan muslim dan muslimah setelah pernikahan atau suami istri. Setelah menganalisis cerpen “kado pernikahan”, penulis juga menemukan banyaknya istilah islami pada teks cerpen tersebut. Ungkapan ataupun istilah tersebut tidak terlepas dari tema yang penulis cerpen usung tentang pernikahan, disamping itu juga latar dan nuansa cerpen tersebut sangat islami. Konsikuensi logisnya banyak istilah kata dan ungkapan bahasa Arab yang penulis cerpen gunakan seperti, kata Al-quran, iqra dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Pateda, Mansoer. 2010. Semantic Leksikal. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Aminuddin. 2015. Pengantar Studi tentang Makna. Bandung: Sinar Baru
Tiana Rosa, Helvi. 2004. “Kado Pernikahan”, dalam “Kado Pernikahan” (Kumpulan Cerpen). Jakarta: Syamil Cipta Media
Purba, Antilan. 2001. Sastra Indonesia Kontemporer. Medan: USU Press.
Adib. 2011. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.